Tingkatkan Mutu Lulusan, LPMPP UBT Targetkan Pembaruan Rencana Pembelajaran Melalui Workshop RPS OBE dan Case Method


Dalam rangka menyelaraskan standar pendidikan tinggi dengan tuntutan kompetensi abad 21, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) sukses menggelar “Workshop Penyusunan RPS OBE dan Implementasi PBL/PBJL/Case Method dalam Pembelajaran”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada hari Senin 3 Agustus 2026 bertempat di Ruang Rapat Lt. 3 Gedung LSIH, Universitas Borneo Tarakan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris LPMPP UBT, Ibu Fitri Wijarini, M.Pd. Mengingat krusialnya perancangan kurikulum yang adaptif, kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan instrumen pedagogis yang tepat guna.
Workshop ini menghadirkan pakar di bidang pengembangan pembelajaran, yaitu Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si., yang menjabat sebagai Sekretaris LPMPP sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman. Dalam sesi pemaparannya, Dr. Wisnu memberikan penekanan tajam mengenai pergeseran paradigma dalam mengajar.
“Esensi utama Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) terletak pada keselarasan konstruktif (constructive alignment). Artinya, harus ada keselarasan yang utuh antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), strategi atau metode pembelajaran yang digunakan, dan asesmen penilaian. Fokus pendidikan kita saat ini berada pada apa yang benar-benar dikuasai dan dapat diimplementasikan oleh mahasiswa, bukan sekadar berorientasi pada selesainya materi perkuliahan oleh dosen,” papar Dr. Wisnu di hadapan para peserta.
Kegiatan yang berlangsung setengah hari sejak pukul 08.30 WITA ini dihadiri oleh 70 orang peserta. Seluruh peserta merupakan delegasi penting yang terdiri dari perwakilan dosen setiap Program Studi (Prodi) dan unsur Gugus Penjaminan Mutu (GPM) di lingkungan UBT.
Dinamika workshop terpantau berjalan dengan sangat aktif dan penuh antusiasme. Hal ini sangat terasa pada sesi praktik langsung, di mana para peserta tidak hanya mendengarkan teori, melainkan langsung berdiskusi dan menyusun draf pembaruan RPS berbasis OBE sesuai dengan karakteristik mata kuliah di prodinya masing-masing.
Sebagai tindak lanjut dan sasaran capaian (outcome) dari terselenggaranya acara ini, LPMPP UBT menetapkan target strategis yang jelas. Pasca-workshop, seluruh program studi di Universitas Borneo Tarakan ditargetkan telah memperbarui dan merampungkan RPS berbasis OBE mereka. Langkah konkret ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan daya saing lulusan UBT di masa depan.
